Untag Surabaya Jadi Percontohan Kampus Kompeten Se-Jawa Timur
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Untag Surabaya menjadi kampus percontohan se-Jawa Timur sebagai Kampus Kompeten. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Nurul Indah Susanti saat menjadi master asesor dalam kegiatan Recognition Current Competency (RCC) Asesor Kompetensi LSP P-1 Untag Surabaya. “Untag Surabaya ini sungguh luar biasa karena kualitasnya memang sudah jelas. Untag Surabaya sendiri saat ini menjadi kampus percontohan se-Jawa Timur, merupakan Universitas kompeten sejak 2018 kemarin,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari dan terselenggara di ruang I205 Gedung Pascasarjana Untag Surabaya tersebut, diikuti oleh 24 dosen yang memperpanjang masa sertifikat kompetensi yang habis. Menurut Nurul, dengan hampir seluruh dosen UNTAG Surabaya telah mengantongi sertifikasi kompetensi dari BNSP, proses pembelajaran di perkuliahan dengan apa yang akan diujikan akan sesuai karena berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Sementara itu, untuk proses RCC, Nurul menyebutkan ada 2 kriteria sesuai juknis RCC: Kriteria A apabila sudah memenuhi syarat yakni 2 kali mengembangkan perangkat, 2 kali melakukan perencanaan dan 6 kali SPT. Sementara kriteria B berlaku bagi asesor yang belum melakukan 6 kali SPT. “Hasil dari pengamatan setelah dievaluasi, ternyata dosen Untag Surabaya termasuk kategori A, jadi cukup mendapatkan materi refreshing selama 11 jam dan memastikan perangkat. Itu sesuai juknis dari BNSP,” terangnya.
Kedepan Nurul berharap asesor Untag Surabaya tetap memelihara kompetensinya. “Berapa bulan sekali dipastikan bahwa setiap asesor melaksanakan, merencanakan, mengembangkan perangkat dan memelihara kompetensinya. Akan lebih maksimal apabila proses belajar mengajar dengan apa yang akan diujikan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh pedoman BNSP,” sarannya.
Pada kesempatan yang sama, Busmin Napitupulu, master asesor BNSP yang turut melaksanakan RCC, memberikan saran agar asesor tetap fokus dalam mengikuti proses Perpanjangan Sertifikat Kompetensi. “Kedepannya semoga memang bisa fokus. Karena mungkin pelaksanaannya di Kampus, jadi memang sedikit terganggu dengan tanggung jawab masing-masing sebagai dosen,” ungkapnya. Busmin juga sangat mengapresiasi kerjasama pihak asesor dan LSP P-1 Untag Surabaya, “Secara keseluruhan sudah cukup baik dan responsif.” (ua/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar