LPPM Bekali 1.045 Calon Peserta KKN Reguler Gasal 2018

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya memberikan pembekalan kepada 1.045 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler di gedung Graha Wiyata lt. 9 pada Sabtu, (20/10). Pembekalan tersebut merupakan  bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, pelaksanaan KKN sebenarnya merupakan perwujudan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara penuh. Dalam pembekalan tersebut para peserta diberikan bekal tentang penyusunan program, pembuatan laporan kegiatan, dan pembuatan output/luaran oleh panitia KKN 2018.

Rektor UNTAG Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM. CMA, CPA turut hadir dalam pembekalan sekaligus memberikan sambutan kepada peserta KKN yang datang. Dalam sambutannya dia mengatakan, “Untuk mengakhiri semseter gasal, kita mengadakan KKN baik reguler maupun non reguler. Anda harus profesional dan bersungguh-sungguh karena KKN menuntut outcome. Karena dari fakultas berbeda, anda harus bersinergi. Anda harus belajar, berinovasi. Karena selama ini kegiatan KKN UNTAG Surabaya selalu diacungi jempol oleh pemerintah setempat, sebab terstruktur rapi dan jelas.” Tak lupa dia berpesan, dalam menjalani kegiatan KKN di lapangan nanti, mahasiswa diharapkan menjaga nama baik Kampus Merah Putih dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar.

Ketua LPPM-Dr. Ir. Muslimin Abdulrahim, M.Sc. menjelaskan bahwa KKN UNTAG Surabaya tidak lagi berbasis proses, tetapi luaran. Jadi dalam kegiatan KKN tahun ini harus ada 18 luaran yang tidak lepas dari kaidah Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Apalagi dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Melalui Potensi Lokal, maka mahasiswa harus dapat menggali dan meningkatkan potensi di 26 desa lokasi KKN yang ada di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. “Diharapkan kegiatan KKN ini bukan hanya sekali dan selesai, tapi berkesinambungan. Sehingga bisa diteruskan oleh mahasiswa angkatan selanjutnya atau dosen yang kompeten melalui dana pemerintah setempat atau Kemenristekdikti,” katanya. Menururtnya selama KKN mahasiswa adalah motivator, penggerak, katalisator masyarakat setempat dengan masyarakat luar, menciptakan kader, dan inovator pembaharu. Dia menambahkan, “Kami tekankan bahwa mahasiswa bukan kuli dan mandor karenanya harus memberdayakan masyarakat dengan indikator keterlibatan masyarakat dalam program yang telah disusun. Tapi jangan sampai menggurui, karena di lapangan banyak yang lebih pintar.” (um/aep)

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LPPM UNTAG SURABAYA KUNJUNGI UKM BINAAN