LPPM UNTAG Surabaya Selenggarakan Sosialisasi Implementasi Kesetaraan Gender
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Memulai pemaparannya, Mariam terlebih dahulu menjelaskan mengenai perbedaan gender dan sex yang seringkali dianggap sama oleh masyarakat. Gender, ungkap Mariam, merupakan pembagian peran kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat sesuai dengan norma, adat-istiadat atau kebiasaan masyarakat. Sementara sex terkait dengan biologis. “Kesetaraan gender itu mengenai kemanusiaan, bukan hanya mengenai perempuan saja melainkan juga laki-laki. Kesetaraan dalam hal kesempatan, hak dan kewajiban serta tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan dari kedua belah pihak,” urainya.
Mariam menyebutkan bahwa isu kesetaraan gender termasuk dalam salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mendukung program tersebut, Mariam menekankan agar Universitas mampu memberi perhatian lebih pada isu kesetaraan gender. “Jadi salah satu dari 17 program SDGs adalah Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Kesetaraan juga bukan hanya mengenai gender, melainkan juga kelompok minoritas. Salah satu contohnya yakni kelompok difabel,” jelasnya.
Sementara itu, melihat dari maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan civitas akademika, Prof. Dr. Emy Susanti, MA., menyarankan agar Perguruan Tinggi mendorong adanya kurikulum gender di level pendidikan, meningkatkan dan mengoptimalisasi partisipasi dalam semua hal mengenai gender hingga memperluas pendidikan gender kepada pemerintah, birokrasi dan masyarakat umum.
“Bisa dilakukan dengan melakukan training mengenai kesetaraan gender. Membagikan knowledge mengenai isu kesetaraan gender juga bisa melalui mata kuliah yang khusus mengenai gender issues, baik dalam bentuk independent subject atau mata kuliah terintegrasi,” tuturnya.(ua/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar