LPPM Hadirkan Dr. Suminah, M.Si. dalam Klinik Proposal

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (LPPM UNTAG) Surabaya mengadakan Klinik Proposal pada Rabu, (27/3). Bertempat di Meeting Room Graha Wiyata Lt.1, klinik proposal tersebut mengambil tema Pengabdian Masyarakat Sumber Dana DRPM Kemenristekdikti Tahun Usulan 2019 dan dihadiri oleh dosen dari 7 fakultas di lingkungan UNTAG Surabaya. Turut hadir Direktur LPPM Dr. Ir. Muslimin Abdulrahim, M.SE dalam pembukaan klinik proposal. Dalam sambutannya dia menyatakan bahwa klinik proposal ini merupakan upaya untuk menyempurnakan proposal pengabdian masyarakat sesuai pedoman Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi. “Agar kita memperbaiki apa yang kita perlu sempurnakan. Proposal bagus ternyata anggota dari prodi yang sama maka tidak diterima. Nanti akan dijelaskan oleh bu sum. Sesuai yang diinginkan oleh ristekdikti. Mudah-mudahan lebih banyak lagi,” kata Muslimin.

Tampil sebagai pemateri, Dr. Suminah, M.Si. Dia menerangkan bahwa ada dokumen proposal pengabdian masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan administratif. “Ada seleksi administratif bagi setiap proposal yang menentukan terpilih atau tidaknya pengabdian masyarakat. Di antaranya adalah kualifikasi, rekam jejak, dokumen pendukung dan yang terpenting ketaatan pada sistematika,” paparnya. Adapun poin penilaian seperti yang dijelaskan oleh Suminah meliputi 10% penilian usulan dan sisa 90% pada substansi usulan. Rencana Anggaran Biaya menjadi salah satu poin penilaian. Dijelaskan oleh Suminah, setiap proposal yang lolos seleksi administratif maka akan dilihat ketajaman melihat masalah di mitra pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut wanita yang merupakan Reviewer Nasional bidang Pengabdian Masyarakat Kemenristekditi ini menerangkan bahwa mitra sasaran harus sesuai dengan proposal. Karenanya usulan harus berasal dari bidang berbeda, “Artinya minimal ada 2 kompetensi dari program studi berbeda. Sulit memang tapi harus mencari yang relevan dengan pengabdian. Apalagi dalam program kemitraan masyarakat ada evaluasi, maka harus dari bidang yang berbeda.” Suminah mengusulkan adanya reward bagi mitra sasaran. “Agar terus berjalan maka harus ada reward melalui ekonomi produktif. Sehingga mereka kontinu produktif dan ada yang bisa dilakukan. Caranya bisa melalui kerjasama pemerintah daerah atau CSR. Bisa pula dibuat usaha kampus dengan tetap diolah oleh penemu inovasi,” tutupnya. (um/aep)

www.untag-sby.ac.id 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LPPM Bekali 1.045 Calon Peserta KKN Reguler Gasal 2018

LPPM UNTAG SURABAYA KUNJUNGI UKM BINAAN